Monday, July 29, 2013

Rindu Kalian XII IPA4

Hei, kawan..
malam ini, aku menonton sebuah film " Armagedon ". Tau kan ? Sebuah film yang berceritakan tentang misi penyelamatan bumi dari ancaman kiamat. Ending yang menyentuh bagiku. Karena, diakhir film. Dari belasan orang yang keluar angkasa, yang kembali hanya bersisa beberapa orang, dan akhirnya seorang anak harus kehilangan ayah yang sangat dicintainya karena menyelamatkan bumi. Interested.
Tapi, lagi-lagi aku cengeng kawan :'D
Aku sedikit mengeluarkan air mata saat menonton film ini. Sisanya, memang aku mengeluarkan banyak air mata karena merindukan kalian. Sahabat tercinta. Kawan, ingatkah kalian moment dibulan oktober tahun lalu ? yupzt, tepatnya saat ulangtahunku. Tahun ini, aku harus pergi kuliah keluar daerah. Oktober ini, aku tak ada disini. Di Lombok. Bahkan, Idul Adha pun aku harus jauh dari kedua orangtuaku. Sedih ? Tentu itu yang paling kurasakan. Terlebih aku harus mengingat, Oktober tahun ini tak ada kejutan-kejutan yang akan membuatku jengkel. Seperti halnya tahun kemarin. Ingat ? Kalian membuatku berlarian dipinggir jalan, dengan badan dilumuri tepung. Sungguh, aku bahagia saat itu. Bahagia karena ada kalian disampingku.
Kawan, ingat saat kita meminta untuk berpura-pura dihukum Pak Roni ? Hew. Semua orang tercengang melihat kita dihukum. Tapi, nyatanya itu hanya untuk mengerjai Kuri, Lusi, Kamaruzaman dan Ajiz. Dan bodohnya Ipul, malah mengajak Kamaruzaman mengambil air untuk menyiram mereka :'D. Begitu banyak yang pernah kita lalui ya ? Padahal, baru saja 2 tahun kita bersama. Berbagai momen bersama kalian. Sungguh, semua terekam apik didalam memoriku.
Kawan, kalian tau aku cengeng. Malam ini, aku mengalirkan air mata karena rindu kalian. Memutar berbagai video tentang kita. Berbagai kejadian lucu yang terekam, membuatku semakin merindukan kalian. Apakah kalian juga seperti itu ?
Sudah berkali-kali kita mengalami pasang surut persahabatan. Berkali-kali kita tak saling sapa satu sama lain. Berkali-kali kita saling meminta maaf dan memaafkan. Beribu kalimat, canda dan tawa sudah terurai. Begitu banyak momen dengan kalian. Izin ke wc saat ada guru, dan nyatanya kita ke kantin. Berpura-pura sakit untuk menghindari pelajaran saat bosan. Nongkrong sekelas di ruang UKS saat jam kosong. Kalian tau ? itu tak mudah dilupakan kawan.
Kawan. Dua orang diantara kita telah mengarungi bahtera rumah tangga. Tapi, itu tak menyurutkan rasa persahabatan kita semua kan ? mereka tetap sahabat kita semua kan ?
Huh.. aku harus bagaimana kawan ? aku sangat rindu kalian semua. Rindu saat-saat kita berkumpul dan bercanda bersama. Menjahili satu sama lain. Berkelakuan konyol agar yang lain ikut tertawa.
Begitu banyak rupanya yang telah kita lalui bersama. Semoga kelak, saat kita berjumpa dan berkumpul. Kita sama-sama sukses :)
Keep figth saudara-saudaraku. Dunia menunggu kesuksesan kita semua :*
Aku menyayangi kalian semua :)
 

Friday, July 26, 2013

Kesurupan Saat Piket ( Cerita Mistik )

ada hama, di ongol-ongol
udah lama gk nongol :D

kali ini, ane bakal bagiin cermis tulisan ane yang sebelumnya udah ane terbitin di http://mistik.reunion.web.id. Atau mungkin ada yang pengen share cerita mistik. Bisa mampir disono atau dimari nih, blog ane :D
be-te-we biar kagak banyak ngobrol, langsung aja ye, ini dia nih tulisan ane ;)
                                                   Selamat Membaca ^_^
                                                ------------------------------------


Kali ini k1za akan bercerita lagi seputaran kisah sepupu k1za yang saat itu masih sebagai mahasiswi disebuah universitas swasta yang cukup ternama di Lombok. Ia kuliah di fakultas kesehatan universitas itu dan mengambil jurusan Akademi Kebidanan yang kemudian disusul oleh kakak k1za untuk kuliah diuniversitas, fakultas bahkan jurusan yang sama ( benar-benar saudara yang solid ). Kisah ini diceritakannya kepada k1za dan saudara-saudara sepupu yang lain saat berkumpul ketika lebaran.
Sebut saja nama kakak itu mbok (- bahasa halus- panggilan untuk kakak perempuan ) Indi. Ketika itu kami tengah berkumpul untuk saling berbagi cerita. Tiba-tiba karena teringat kakakku yang juga merupakan mahasiswa di universitas dan jurusan yang sama. Akhirnya mereka berdua asyik ngobrol tanpa menghiraukan kami yang ada disekitarnya -_- .
“ Eh Mimi ( nama samara ), udah pernah praktek di puskesmas Tal*wa** belum ? “ tanyanya kepada kakakku.
“ udah mbok, wah.. disana itu tiang ( saya ) dapat praktek pas puasa. “ jawab kakakku.
“ Mimi pernah ‘gak ngalamin hal yang aneh-aneh disana selama praktek ? “ tanyanya lagi yang hanya dijawab gelengan kepala oleh kakakku.
“ kalau mbok, dulu pernah ada yang kesurupan. Kejadiannya bikin tegang. “ ceritanya seru. Aku yang mendengarkan hanya siap-siap memasang telinga. Kira-kira begini kisah yang diceritakan oleh sepupuku itu.
OoO
Waktu itu, aku dan beberapa teman dari universitas yang sama kebetulan mendapat jadwal praktek piket malam. seingatku malam itu kami piket ber-6. Aku ( sepupuku ), Wati, Mirna, Ami, Mira, dan Arin. Kami ber-6 tidur diruang bersalin yang kebetulan saa itu kosong. Didalam ruangan itu ada 3 buah kasur yang kami gunakan untuk tidur. Karena keterbatasan kamipun tidur dengan masing-masing 1 kasur ber-2. kasur satu diisi olehku dan Ami, kasur dua diisi oleh Mira dan Arin dan terakhir kasur yang paling pojok diisi oleh Wati dan Mirna. Setelah beberapa saat kami tertidur, tiba-tiba Mirna terbangun dan mengajak makan.
“ Teman-teman. Na lapar. “ ujarnya datar. Kami belum menyadari bahwa Mirna tengah kesurupan, akhirnya kami semua keluar dan mencari makanan diwarung depan puskesmas. Disana, kami memesan pop mie yang tentunya diseduh dengan air yang tampaknya masih sangat panas. Setelah siap, kami semua makan bersamaan dengan perlahan karena kuah pop mie yang masih sangat panas. Namun, yang membuat kami semua tercengang Mirna seakan-akan tidak merasakan panas kuah pop mie itu dan memakannya dengan lahap layaknya suzanna yang tengah memakan sate tanpa jeda. Kami semua terperangah melihatnya, setelah mie yang dimakannya habis, ia kemudian menyeruput kuah mie yang aku yakin pasti masih sangat panas dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Akhirnya setelah selesai makan kami semua kembali keruang bersalin. Disana kami kembali mencoba untuk tertidur, namun lagi-lagi Mirna berbicara dan mengatakan bahwa dirinya lapar.
“ Kan tadi udah makan Na. “ Balasku polos.
“ Tapi, Na masih Lapar. “ Ujarnya dengan nada datar. Kami yang sudah merasa ada kejanggalan dengan Mirna mencoba untuk tetap tenang karena saat itu dipuskesmas hanya ada kami ber-6 karena bidan yang jaga tengah keluar. Entah apa yang ada dipikiran Wati, dia kemudian menyalakan handphonenya dan menyetel suara orang yang tengah membacakan ayat Qurshi dan meletakkan handphonenya diatas lemari kecil tempat pasien biasa meletakkan pakaian seperlunya. Ditengah suasana yang mencekam, Mirna angkat bicara.
“ Wati, panas. Matiin hpnya. “ Ujar mirna.
“ Kenapa Na ? kan nyaman bisa sambilan dengerin suara orang ngaji. “ Balas Wati dengan ketakutan.
“ Wati. Matiin hpnya. Panas ! “ suara Mirna semakin meninggi.
“ Panaaasssss !!! “ teriak Mirna lagi.
Kami semua langsung keluar dari ruang bersalin dan mencoba menghubungi bidan yang berjaga. Bidan tersebut akhirnya datang dengan membawa seorang ustadz setelah kami menceritakan semuanya. Mirna yang masih sendiri didatangi oleh ustadz tersebut. Kami tidak berani masuk kedalam karena kejadian tadi.
Diluar, bidan yang baru saja datang langsung mengomeli kami.
“ Kenapa kalian tidur disana ? kan udah saya kasitau jangan tidur diruang besalin. Ini alasannya kenapa saya ‘gak ngasi kalian tidur disana. “ Ujarnya. Kami hanya diam. Sejak itu kami tidak pernah berani untuk tidur diruang bersalin lagi.
                                                                                      OoO
Akhirnya, obrolan kami dengan mbok Indi malam itu ditutup karena aku dipanggil oleh ayahku untuk menjaga ponakan-ponakanku dari sepupu-sepupu yang sangat banyak.
Demikian kisah k1za kali ini, mohon maaf jika ada kesalahan dalam tulisan maupun kata.

Sunday, July 21, 2013

Cerita Tentang keajaiban Ayat Kursi

Kali ini, saya akan menyuguhkan sebuah cerita tentang keajaiban Ayat Allah, yakni Ayat Kursi :)

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini, selamat membaca ^_^


Saturday, July 20, 2013

Contoh Makalah Elektrokimia Sel Volta



Kali ini, saya akan memposting contoh makalah tentang Elektrokimia Sel Volta. Dan lagi-lagi ini bersumber dari hasil pemikiran saya dan kelompok kimia di masa SMA. Khususnya kelas 3. Semoga bermanfaat ^_^ 





BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Mengapa batu baterai dan aki dapat mengantarkan listrik ? rangkaian yang tersusun pada saat keduanya mengalirkan arus listrik disebut sel volta. Pada suatu percobaan sel volta, kita dapat mengukur potensial sel yang diuji kemudian membandingkan hasil pengukuran berdasarkan perhitungan.
1.2.Tujuan
Merangkai sel volta untuk mengukur potensial sel yang terjadi pada suatu reaksi, dan membandingkan hasil pengukuran berdasarkan hasil perhitungan.
1.3.Rumusan Masalah
Bagaimana perhitungan sel volta berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan ?


























BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian
            Sel volta adalah sel elktrokimia dimana Energi Kimia diubah menjadi Energi Listrik . Sel volta selalu terbentuk dari dua elektroda dengan EO  yang berbeda.
2.2. Sel Volta / Gavani
2.2.1 Prinsip-Prinsip Sel Volta Atau Sel Galvani
·         Gerakan elektron dalam sirkuit eksternal akibat adanya reaksi redoks.
·         Aturan sel volta :
Ø  Terjadi perubahan : energi kimia → energi listrik
Ø  Pada anoda, elektron adalah produk dari reaksi oksidasi; anoda bertindak sebagai kutub negatif
Ø  Pada katoda, elektron adalah reaktan dari reaksi reduksi; katoda bertindak sebagai kutub positif
Ø  Elektron mengalir dari anoda ke katoda
Ø  E0 sel = E0red – E0oks  = Ebesar - Ekecil
Ø  Diagram sel : Anoda |Ion Anoda || Ion Katoda |katoda
Ø  Reaksi sel : Anoda + Ion Katoda         Ion Anoda + Katoda
Ø  Arah aliran elektron dari anoda ke katoda

Friday, July 19, 2013

Menunggu Waktu




Dulu..
Dulu sekali..
Tercipta begitu banyak memoar tentang kita yang dilukiskan pelangi
Begitu indah dan berwarna-warni,
Penuh dengan keceriaan khas masa kanak-kanak kita..
Bersama menatap senja diperbatasan pulau yang hangat,
Menyerukan semakin semaraknya kehidupan kita yang terlalu bahagia
Hingga tak menyadari waktu kian berlalu,
Sekian waktu, sekian tahun kita bersama,
Kini tinggal kepingan puing-puing lara yang tidak terpecah..
Memendam didalam jiwa,
Menusuk urat saraf hingga menyisakan sakit yang tak terperi..
Kini, ketika senja aku berdiri seorang diri di balik temaram mentari yang ‘kan tenggelam..
Menunggu indahnya masa-masa itu terulang ‘tuk menghapus duka di masa kini,
‘tuk bersama-sama kita mengenang masa ketika kita tertawa dulu..
Melepaskan beban sejenak disamping kehidupan yang penuh lara..
Menunggu waktu hingga kau kembali bersama beribu cerita setelah perpisahan itu..

Elegi Senja



Saat senja merapat malam..
Saat senja merapat malam..  Hujan rintik membasahi bumi, menatapnya dari balik kaca..  Sebuah elegy terpampang diluar sana, meluapkan kisah tanpa beban..  Menghadirkan tetes demi tetes embun menanti hati,  Membiarkan raga menyambut semilir angin..  Entah seberapa lama kias detik melewati dentang waktu,  Menghamburkan hayalan yang tengah terbang tinggi  Mengingatkan sejenak tentang memoar masa lalu yang tak terpeta didalam lembar demi lembar buku pengantar sejarah..  Sejenak mendongak kelangit..  “ Tuhan, bagaimana bisa ku lewati hari ? “  “ Tuhan, bagaimana bisa ku biarkan semua terlewati tanpa jejak ? “  Setiap inci pertanyaan merekah didalam hati, menusuk jiwa kala menggambar sebuah lekuk keindahan dibawah rembulan,  Menatap sang hujan yang telah menitik semakin lebat..  Biar.. biarkan sajak ini terus mengalun..

Hujan rintik membasahi bumi, menatapnya dari balik kaca..
Sebuah elegy terpampang diluar sana, meluapkan kisah tanpa beban..
Menghadirkan tetes demi tetes embun menanti hati,
Membiarkan raga menyambut semilir angin..
Entah seberapa lama kias detik melewati dentang waktu,
Menghamburkan hayalan yang tengah terbang tinggi
Mengingatkan sejenak tentang memoar masa lalu yang tak terpeta didalam lembar demi lembar buku pengantar sejarah..
Sejenak mendongak kelangit..
“ Tuhan, bagaimana bisa ku lewati hari ? “
“ Tuhan, bagaimana bisa ku biarkan semua terlewati tanpa jejak ? “
Setiap inci pertanyaan merekah didalam hati, menusuk jiwa kala menggambar sebuah lekuk keindahan dibawah rembulan,
Menatap sang hujan yang telah menitik semakin lebat..
Biar.. biarkan sajak ini terus mengalun..

Sedikit Tentang Bonjeruk-Lombok Tengah

Berhubung dimalam yang sunyi ini, saya 'gak bisa memejamkan mata. Okelah, ada baiknya saya membagikan info buat teman-teman k1za on blog. Kali ini saya akan membagikan sebuah info tentang asal-usul nama sebuah daerah di Lombok.
Kali ini saya akan sedikit mengulas asal usul nama daerah Bonjeruk. Okey, cekidot ;)

                                               Bonjeruk
Nama yang mungkin tidak asing lagi bagi sebagian Lombok. Khususnya Lombok Tengah. Daerah ini merupakan kampung halaman kedua orangtua saya, yang kini berdomisili di Lombok Barat. Sedikit saya gambarkan tentang Bonjeruk. Bonjeruk terletak di Kecamatan Jonggat Lombok Tengah. Bonjeruk terbagi menjadi beberapa dusun. Masyarakat desa Bonjeruk, masih banyak yang memegang teguh adat Sasaq ( khususnya para bangsawan ).
Bonjeruk sendiri berasal dari dua kata, yakni bowon ( sumur ) dan Jeruk. Nah, kedua kata ini berasal dari sejarah nenek moyang saya dahulu ( ngeksis dikit :D ).
Menurut sumber yang saya dengar. Pada jaman dahulu, terdapat kerajaan di Pujut. Saat itu, Pujut sedang dilanda kekeringan. Maka, diutuslah beberapa orang yang berasal dari kerajaan Pujut untuk segera mencari daerah yang terdapat air. Saat itu, begitu banyak tempat yang sudah dilalui oleh orang-orang tersebut. Tapi, sayangnya mereka tidak menemukan sumber air.
Hingga pada akhirnya, disuatu hari. Orang-orang yang telah diutus tersebut menemukan sebuah sumur diantara pohon jeruk. Sakin senangnya. Mereka kembali ke kerajaan Pujut untuk memberitahukan hal tersebut kepada Raja. Akhirnya, setelah diputuskan. Beberapa keturunan kerajaan akhirnya memilih untuk menetap disana dan memberikan nama Bonjeruk untuk daerah itu.
                                       ~~~~~~~~~~~~
Di Bonjeruk sendiri. Sekitar, tiga generasi diatas saya. Masih terdapat sebuah kerajaan kecil dipimpin oleh " Datu Jonggat ". Setau saya ( sotoy :D ), Beliau bernama " Raden Nune Umas " yang sekarang namanya diabadikan menjadi nama masjid didaerah Bonjeruk.

Sekian info yang dapat saya bagikan. Jika ada kesalahan, silahkan dikoreksi ^_^