Friday, May 30, 2014

CURHATAN GALAU KASMARAN :D



Hai sahabat kizaisback. Aku ingin sedikit mencurahkan perasaanku disini. Aku mempunyai seorang kekasih hati, yang tentunya seorang lelaki yang memang sudah sangat kudambakan sejak awal perkenalan kami beberapa bulan lalu. Kami teman sekelas dibeberapa mata kuliah. Awalnya, aku mengidolakannya karena motor vespa yang ia gunakan. Ia terlihat sangat keren dengan motor vespanya kala itu. Namun, entah mengapa pada pertemuan kedua kami. Rasa nyaman yang begitu dalam hinggap begitu saja dihatiku tanpa bisa aku kontrol. Namun, sayangnya saat itu aku masih mempunyai pacar lain. Dan, saat aku dan pacarku yang terdahulu putus. Harapanku akan sosok lelaki bermotor vespa ini semakin besar.

Setiap kali kulihat dirinya berada dikampus, entah kenapa jantungku terasa berdetak tak karuan. Mukaku memanas. Aku bahkan tak berani untuk mendekat. Aku takut kala itu ia akan membaca tingkahku, sedangkan dari dirinya tak ada tanda-tanda merespon balik perasaanku. Yah, aku mungkin tidak memberikannya sinyal sedikitpun kala itu. Namun, dari tingkahku tentu saja orang-orang dapat melihat betapa sukanya aku terhadap lelaki ini.

Dikos, kebetulan ada lima orang yang kuliah diuniversitas serta fakultas dan kelas yang sama termasuk aku. Entah sudah berapa ratus kali ku sebut nama lelaki bervespa itu kepada teman-teman satu kosku. Setiap waktu, aku selalu menceritakan bagaimana hebatnya sosok itu dimataku. Bahkan ketika ada bbm darinya yang kala itu hanya menanyakan perihal tugas. Entah mengapa, aku sangat bahagia dan langsung menceritakan hal itu kepada teman-temanku dengan nada yang begitu bahagianya. Mungkin, bagi temanku itu sangat menjengkelkan. Namun bagiku hal itu hanya sekedar luapan untuk mengurangi sedikit rasa bahagia yang membuncah didadaku.

Berhari-hari setelah putus dari pacarku yang terdahulu beberapa lelaki sempat mendekatiku. Namun, perasaanku tak mengizinkan aku untuk menerima begitu saja para lelaki itu. Jujur saja, kala itu aku berharap lelaki bervespa itu yang akan mendekatiku. Namun, entah kenapa ia sepertinya tak sama sekali terusik. Hingga suatu saat, aku mendengar selentingan kabar bahwa ia juga memiliki perasaan yang sama denganku. Kau tau? Saat itu aku hanya bisa tersenyum seharian. Namun, satu hal yang mengganjal dipikiranku kala itu. Ia bahkan sama sekali tak pernah menghubungiku. Hingga akhirnya aku beranikan diri untuk menarik perhatiannya kala itu dengan sekedar mengirim chat melalui bbm. Dan dia membalasnya panjang lebar bahkan lebih dari harapanku. Entah bagaimana kuucapkan rasa syukur itu terhadao Allah yang telah mengabulkan doaku. Ia bahkan berjanji padaku untuk memberikan perhatian lebih. Teman-temanku yang selalu setia mendengarkan ceritaku ikut tertawa bahagia, bahkan saat aku meluapkan perasaanku dengan memeluk mereka erat-erat.

Hingga akhirnya pertama kalinya ia mengajakku makan bersama. Nasi goreng yang tentunya sangat terasa spesial karena bersama dia (ciiee.. hahahaha). Dua kali kami jalan berdua. Kau tau? Itu terasa lebih dari spesial. Ingin rasanya kala itu aku menghentikan waktu agar dapat terus bersamanya. Namun sayangnya kala itu detik demi detik terasa berlalu sangat cepat. Saat pulang, duduk dibelakang diboncengnya terasa tubuhku melayang. Tak tau hendak berkata apa.
Ingin rasanya ku peluk dan ku bisikkan kepadanya kata “AKU MENYAYANGIMU”. Namun, aku hanya bisa diam kala itu. Memandanginya dari balik helm yang kukenakan. Mungkin, ia tak sadar namun sepanjang perjalanan menuju ketempat yang kami tuju dan perjalanan pulang aku selalu tersenyum bahagia.

Hingga saatnya tiba ia mengatakan apa yang sudah kutunggu-tunggu, ia mengatakan bahwa ia ternyata memiliki perasaan yang sama padaku (Bisa kalian bayangkan bagaimana perasaanku kala itu, hanya saja aku sok kalem didepannya. Padahal ingin sekali ku teriakkan pada dunia bahwa aku bahagia.). Ia mengatakan bahwa ingin menjadikanku kekasihnya. Jantungku berdegup kencang. Aku berusaha sekuat tenaga mengontrol diri, namun senyum yang mengembang dan tawa bahagia muncul perlahan-lahan dar bibirku. Apa ini?? Aku malu. Entah seperti apa wajahku kala itu. Aku bahkan tak dapat mengontrol diri untuk menjawab pertanyaannya itu. Hingga akhirnya, keluarlah kata-kata itu dari bibirku, “Iya deh, aku mau.” Sedikit senyum simpul menghiasi wajahku. “Iya, ya iya aja. Gak usah pake deh.” Ujarnya kala itu sedikit mengurai rasa tegang diantara kami. “Ih, yaudah, Iya aku mau.” Aku kembali mengulang jawabanku. Selepas aku menjawab pertanyaannya ia langsung pamit pulang.

WOW!! Kau tau? aku malah tak bisa tidur malam itu. Memikirkan lelaki yang selama ini aku idam-idamkan. Lelaki yang selama ini aku idolakan menjadi sosok yang akan mendampingi hari-hariku. Terimakasih Allah, kau sudah menjawab doaku (ini nulisnya sambil senyum-senyum gak jelas. Hahahaha).

Seketika perasaan teramat bahagia melingkupi hatiku. Hingga kini, sudah sebulan lebih hubungan kami. Baru seumur jagung memang, tapi harapanku akan hubungan ini entah mengapa sangatlah besar. Tak pernah sebelumnya aku berani untuk mengenalkan lelaki yang tengah dekat denganku kepada keluarga. Hingga beberapa hari yang lalu, keluargaku datang kesini, ke Jogja. Aku mengajaknya untuk menemui mereka. Ingin ku tunjukkan pada mereka bahwa ialah sosok lelaki yang selalu menjadi pahlawan dimataku. Namun, mungkin saat itu bukan waktu yang tepat hingga akhirnya aku batal memperkenalkannya kepada keluargaku. Tak apalah, mungkin lainkali aku dapat langsung mengenalkannya kepada kedua orangtuaku.

Lelaki ini, lelaki spesial yang kurasakan hadir dihidupku. Jujur aku agak takut memperkenalkannya kepada keluargaku, entah karena sebelum-sebelumnya aku belum pernah mengenalkan lelaki siapapun yang dekat denganku atau bagaimana. Namun, kali ini aku bertekad kuat akan kukenalkan ia kepada keluargaku. Ingin ku katakan kepada mereka, “Mak, Mik, Mbok, Oaq, Kak, Bibi, bapak, ini dia lelaki yang selama ini ika idam-idamkan.”.

Dalam setiap helaian doaku seringkali aku berdoa kepada Allah agar kami dapat dipersatukan. Terlalu dini memang berdoa seperti itu. Namun, kau tau perasaanku kian hari semakin bertambah dan tak bisa berhenti untuk bertambah. Aku sendiri tak mengerti mengapa itu semua bisa terjadi. Aku sangat menikmati setiap perlakuannya padaku. Kebiasaannya mengelus kepala dan pipiku dengan lembut membuatku merasa nyaman. Ingin rasanya aku bersandar pada bahunya dan mengatakan padanya betapa besar perasaanku padanya, walaupun hal itu tidak akan sedikitpun mewakili apa yang ada dihatiku. Satu doaku kepada-Nya untuk kami dan hubungan ini,”Semoga ia jodohku. Semoga ia lelaki yang akan menjadi imam dunia akherat bagiku kelak. Rico Febrian" :)

2 comments:

  1. Begitulah jatuh cinta semua trsa indah :D smga langgeng and bisa meredam ego masing ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, ini lagi indah"nya :D
      Tapi entah deh, rasanya ada yg berubah :(
      Aamiin.. makasi mbak Zhe :*

      Delete